Google
 

a



Kamis, 05 Juli 2007

Buah Naga (Dragon Fruit)

Di negeri asalnya, RRC, buah naga atau thang-loy tergolong buah purba. Masyarakat setempat menganggap buah ini membawa berkah, sebab itu selalu muncul di setiap acara pemujaan. Buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau.

Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang menganut budaya Cina, lalu terkenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy-nya orang Vietnam ini kemudian diinggriskan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit.

Orang-orang suku Indian dan penduduk Mexico juga mengkonsumsi buah naga, mereka menyebutnya dengan pitaya roja atau pitaya merah.

Buah asal Mexico ini mempunyai sulur batang yang tumbuh menjalar. Batangnya berwarna hijau dengan bentuk segi tiga. Bunganya besar, berwarna putih, harum dan mekar di malam hari. Setelah bunga layu akan terbentuk bakal buah yang menggelantung di setiap batangnya.

Kultivar aslinya tanaman ini berasal dari hutan teduh. Orang biasanya memperbanyak tanaman dengan cara setek atau menyemai biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar mata hari dan bersuhu antara 38-40o C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11- 17 bulan.

Durinya pendek sekali dan tidak mencolok, sampai mereka dianggap "kaktus tak berduri". Tetapi yang paling aneh ialah bunganya. Mekarnya mulai senja, kalau kuncup bunga sudah sepanjang 30 cm. Itulah saatnya kita mengundang para tetangga dan handai taulan pencinta bunga untuk menyaksikan mekarnya pitahaya. Boleh dikata dengan cepat, mahkota bunga bagian luar yang krem itu mekar pada pukul sembilan (kira-kira), lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benangsari yang kuning.

Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia tersiar luas ke seluruh dunia sebagai night blooming cereus. Sambil mekar penuh ini, ia menyebar bau yang harum.

Ternyata bau ini disebar ke seluruh penjuru angin malam, untuk menarik para kelelawar, agar sudi kiranya datang bertandang untuk menyerbuki bunga itu. Dalam gelap gulitanya hutan belantara malam, mata kelelawar memang kurang awas, tetapi hidungnya "tajam".

Manfaat Buah Naga / Dragon Fruit -- ( Dikutip dari berbagai sumber )

Buah naga disebut juga : Kaktus Manis, atau Kaktus Madu terbilang buah yang baru dikenal di Indonesia. Buah naga ini mulai dikembangkan di tanah air, serta memiliki peluang besar untuk disebarluaskan.

Buah naga termasuk dalam keluarga tanaman kaktus dengan karakteristik memiliki duri pada setiap ruas batangnya.
Setiap negara memunyai sebutan yang berbeda terhadap buah ini, misal :
Feuy Long Kwa (Cina), Thanh Long atau Clever Dragon (Vietnam), Kaew Mangkorn (Thailand),
Shien Mie Kuo (Taiwan), Pitahaya (Mexico), Melano (Hawai), Rhino Fruit (Australia), Buah Naga, Kaktus Manis, Kaktus Madu ( Indonesia ), dan secara internasional buah disebut Dragon Fruit.

Mengikut wakil Johncola Pitaya Food R&D, syarikat penanaman dan penyelidikan buah naga merah terbesar di negara Malaysia, AL Leong mengatakan: “buah kaktus madu itu cukup kaya dengan pelbagai zat vitamin dan mineral yang boleh membantu meningkatkan daya tahan dan mengurangkan metabolisma dalam badan manusia”.

“Kajian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem penghadaman dan peredaran darah. Ia juga memberi tindak balas memberangsangkan untuk mengurangkan tekanan emosi dan meneutralkan toksik dalam darah.

“Kajian juga menunjukkan buah ini boleh mencegah kanser usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan pada masa sama menurunkan kadar lemak dalam badan,” katanya.

Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandungi protein yang mampu mengurangkan metabolisma badan dan menjaga kesihatan jantung; serat (mengawal kanser usus, kencing manis dan diet); karotin (kesihatan mata, menguatkan otak dan menghalang penyakit); kalsium (menguatkan tulang) dan fosferos (pertumbuhan tisu badan).

Buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah; vitamin B1 (mengawal kepanasan badan); vitamin B2 (menambah selera); vitamin B3 (menurunkan kadar kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat).

Leong berkata, satu lagi fakta menakjubkan ialah berdasarkan kajian terkini, khasiat buah naga tidak terhad kepada buahnya, tetapi turut wujud pada keseluruhan pokok.
Katanya, buah naga juga boleh dijadikan pencuci mulut yang lazat.

“Syarikat kami juga mengeluarkan produk jus, jem, dan wain merah daripada buah ini. Pada masa sama, buah yang belum masak boleh dimasak sup dan dicampur dengan daging, ekor atau tulang,” katanya.

Leong berkata, bunga buah naga pula boleh digoreng sebagai sayuran, dijadikan ulam dan juga boleh dikeringkan untuk dijadikan teh bunga.

“Bunga pokok ini mempunyai kadar debunga yang tinggi kerana tempoh ia mekar penuh terlalu singkat, sekali gus menyebabkan lebah dan serangga lain tidak sempat mengambil debunganya secara penuh berbanding bunga lain yang mekar berbulan-bulan.

“Debunga bunga buah naga juga mempunyai khasiat tinggi dan cukup baik untuk kesihatan manusia,” katanya.

Leong berkata, dahan pokok buah naga juga boleh dijadikan salad, ulam, digoreng dengan sambal belacan dan dimasak sup, yang terbukti berkesan untuk membuang toksik dalam badan dan mencuci perut.

“Di Amerika Selatan, dahan buah naga dihancurkan dan diperam untuk dijadikan makanan ternakan seperti lembu dan kambing. Ia terbukti mampu meningkatkan kadar susu, selain kualiti ternakan berkenaan,” katanya.

Leong berkata, pada masa ini buah naga atau nama saintifiknya ‘Epiphytes’ atau ‘Pitaya’ dan berasal dari Amerika Selatan digemari kaum Cina yang menggelarnya ‘Paw Wang Fa Kor’.

“Kita sekarang cuba mempromosikan buah ini kepada seluruh rakyat Malaysia bukan hanya kerana rasanya yang enak, tetapi juga sangat berkhasiat. Tidak hairanlah harganya mahal.

“Bagaimanapun, kita sekarang cuba menggalakkan lebih ramai orang di negara ini menanam buah naga dengan menawarkan insentif menarik, termasuk menjual pokok pada harga murah dan jaminan pembelian semula buah daripada petani,” katanya.

Leong berkata, kelebihan pokok buah naga ialah ia tahan lasak, termasuk tahan serangan serangga, berikutan ia spesies pokok kaktus, menyebabkan racun serangga tidak perlu digunakan ketika penanaman.

“Seperti kita sedia maklum, bahan makanan yang bebas daripada penggunaan racun serangga adalah yang terbaik untuk kesihatan,” katanya.

Adenium

Adenium

cara melakukan repotting adenium:

  1. Siapkan Pot Baru

Pilih pot baru dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan pot lama. Jangan lupa untuk memilih "pot bonsai" agar bonggol adenium terlihat indah di atas media. Bentuk pot ada yang bundar, ada pula yang oval. Perhatikan jarak antara bibir pot dengan pangkal batang, yang ideal sekitar 8 - 10 cm. Dengan jarak selebar itu, di samping gerakan akar lebih leluasa, juga lebih indah dipandang.

2. Ganti Media Tanam

Adenium termasuk tanaman zerofit. Artinya, cocok hidup di daerah kering. Untuk itu, ia membutuhkan media yang berongga (porous). Itu berarti, adenium tidak menyenangi media yang kuat mengikat air. Bisa-bisa akarnya malah membusuk. Jadi, gunakan media porous antara lain coco peaf (serbuk sabut kelapa), arang sekam padi, pasir kasar, pecahan arang kayu, pecahan batu apung, dan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah matang.

Tersedia sekurang-kurangnya 3 pilihan media sebagai berikut:

- Campuran pecahan batu apung berdiameter 0,25-0,50 cm, lalu arang sekam, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1,

- Campuran pasir kasar, arang sekam, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1; dan

- Campuran pasir kasar, coco peaf dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.

Jangan lupa, dasar pot diberi arang kayu kira-kira seperempat tinggi pot agar air tidak mampat. Barulah kemudian media tanam dimasukkan ke dalam pot baru hingga memenuhi setengah dari tinggi pot.

3. Keluarkan dari Pot Lama

Keluarkan tanaman adenium dari dalam pot lama. Caranya, siramlah tanaman, lalu dinding pot diketuk-ketuk melingkar. Setelah itu, jungkirkan posisinya sembari menahan tanaman. Yang penting, jaga jangan sampai tanaman rusak, misalnya akarnya terputus. Siram akar-akarnya hingga tanah yang menempel jadi larut. Lalu, potong akar-akar yang sudah tua, tapi sisakan sekitar 2 - 3 cm. Gunakan gunting tajam agar tidak mengotak jaringan akar.


4. Rendam Pestisida

Akar yang sebagian dipotong, tentu akan meninmbulkan luka. Nah, dari luka itulah ada kemungkinan akan memicu tumbuhnya jamur. Jadi, bagian akar dan bonggol tanaman tersebut direndam dalam pestisida guna menolak datangnya jamur. Misalnya dengan pestisida Agrimex, Mansote, atau Dagonil. Perendaman cukup 15 menit.


5. Tanam Pot Baru

Sesudah direndam pestisida, batang adenium diangkat, lantas dimasukkan ke dalam pot baru yang telah disiapkan. Tutup dengan media tanam yang masih tersisa hingga setinggi leher pot. Berikutnya, tanaman adenium disiram air bersih.
Usai repotting, tanaman adenium sebaiknya diletakkan di tempat teduh dan terlindung dari hujan. Pasalnya, adenium yang baru saja direpotting biasanya cukup rentan terhadap perubahan cuaca. Setelah sekitar 2 minggu, adenium boleh diletakkan di tempat yang terbuka atau panas.

EUPHORBIA

EUPHORBIA

Tanaman yang berasal dari Madagaskar ini bunganya masih kecil-kecil dan warnanya terbatas. Setelah dilakukan rekayasa genetik oleh para ahli tanaman di Thailand, berhasil ditemukan beberapa Euphorbia hibrida yang ditandai dengan munculnya bunga yang lebih besar dan warnanya yang beragam, bahkan bergradasi.Tren Euphorbia hibrida mulai muncul sekitar awal 2000-an. Para penggemar tanaman hias mendatangkannya dari Thailand.

Salah satu contoh euphorbia adalah Euphorbia red dragon yang bunganya merah seperti kulit naga dan kesegaran bunga bertahan 2 - 3 bulan, Euphorbia red devil berbunga merah menyala dengan kesegaran sekitar 3 bulan, Euphorbia forever green yang bunganya berwarna hijau dan mampu bertahan selama setahun. dan Euphorbia red pearl dengan bunga merah menyala menyelimuti seluruh tubuhnya.

Ciri khas Euphorbia tampak pada batangnya yang diselimuti duri. Ada duri tunggal, ada pula yang ganda, bahkan ada duri yang berkelompok. Duri itu ada yang tajam panjang, ada pula yang pendek. Dan bagi orang Thailand, duri-duri yang tajam itu "dianggap" mampu mengusir roh-roh jahat.

Daunnya lazimnya berwarna hijau, meski ada pula yang kemerahan. Ukuran panjang daun sekitar 3 - 8 cm. Bentuknya macam-macam, antara lain simetris berujung lancip, lurus berujung lancip, oval berujung lancip dan sebagainya. Kriteria Euphorbia yang indah adalah batang perkasa, bunga lebat.

Tanaman ini tak suka tempat yang tergenang atau terlalu lembap. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan media berupa campuran sekam bakar, pasir malang, serbuk sabut kelapa (cocopit), dan sedikit pupuk kandang. Lalu letakkan di tempat yang teduh. Jangan lupa, pilih sosok batang yang bakal tumbuh bagus. Perhatikan betul tunas-tunas yang tumbuh. Bila yang tumbuh hanya tunas kiri (dan tunas kanan tidak), maka tunas kiri tersebut sebaiknya dipangkas saja. Atur jarak antar-tunas sekitar 2-3 cm. Setelah tunas primer diatur dengan pemangkasan, selanjutnya lakukan pemupukan. Bisa menggunakan pupuk daun yang kandungan nitrogennya tinggi. Atau dengan memberinya minyak ikan. Lakukan pemupukan setiap 2 minggu. Selain pupuk, harus rutin disiram. Tapi ingat, Euphorbia tidak menyukai air.

Selanjutnya lakukan pengelolaan pertumbuhan generatifnya. Caranya, letakkan tanaman Euphorbia dalam pot di tempat panas terbuka. Rumusnya, Euphorbia butuh intensitas sinar matahari 70 persen dan lama penyinaran 8 jam sehari. Setelah itu, ikuti dengan pemberian pupuk lengkap, misalnya Super Bionik, setiap 2 minggu sekali. Setelah 1,5 bulan, bunga dijamin muncul serempak. Dan bunga-bunga itu akan bermekaran susul-menyusul sepanjang masa.

Pengertian Tumbuhan

Tumbuhan adalah salah satu daripada Alam benda hidup yang terdapat di alam semesta.

Tumbuhan adalah organisma benda hidup yang terkandung dalam alam Plantae. Biasanya, organisma yang menjalankan proses fotosintesis adalah diklasifikasikan sebagai tumbuhan. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk menjalani proses fotosintesis.

Tumbuhan merangkumi semua benda hidup yang mampu menghasilkan makanan dengan menggunakan klorofil untuk menjalani proses fotosintesis dan menghasilkan kanji. Sel tumbuhan berbeza dengan sel haiwan dalam beberapa segi termasuk sel tumbuhan mempunyai dinding sel.

Secara amnya tumbuhan dibahagikan kepada :-

1. tumbuhan berbunga sama ada:

1. pokok berbuah

2. pokok tidak berbuah

2. tumbuhan tidak berbunga.


b

Google