Google
 

Minggu, 08 Juli 2007

Jengkol

Jengkol

Jering atau Jengkol atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk yang digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat yang seharinya dikonsumsi ±100 ton. Jengkol termasuk tanaman polong-polongan. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya lebih membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji. Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap. Biji ini, terutama yang sudah tua, merupakan bagian tanaman yang paling penting dan paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan

Di Indonesia, jengkol disebut dengan banyak nama, yaitu jengkol (Jawa), jaring (Sumatera), jaawi (Lampung), kicaang (Sunda), lubi (Sulawesi Utara), dan blandingan (Bali). Dalam dunia tumbuhan, tanaman jengkol diklasifikasikan dalam keluarga Leguminosae (Mimosaceae), marga Pithecellobium, dan jenis Pithecellobium lobatum Tanaman jengkol berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 10-26 meter.

Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap setelah diolah dan diproses oleh pencernaan.

Bau yang berlebihan tersebut dapat dibuang saat direndam dan direbus, selain supaya biji jengkol tersebut menjadi lunak. Paling sering dihidangkan dengan cara disemur setelah dibelah menjadi dua bagian dan ditumbuk-tumbuk hingga lebih pipih. Setelah disemur dan kemudian disantap; bau jengkol tersebut nyaris tidak tercium lagi, dan rasanya enak. Sering pula semur jengkol disebut sebagai ati maung (dalam bahasa Sunda). Bau jengkol akan muncul lagi saat membuang air kecil.

Selain itu jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) dalam sistem pencernaan yang dibuang ke ginjal yang disebut jengkoleun atau jengkolan. Jengkolan terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit membuang air seni. Jika pH darah kita netral, asam jengkolat aman-aman saja, tapi jika cenderung asam (pH kurang dari 7), asam jengkolat membentuk kristal tak larut.

Risiko terkena jengkolan ini tidak tergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi, tetapi bergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengkonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Apa yang mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.

Selain itu khasiat jengkol adalah mempunyai fungsi mencegah diabetes dan baik untuk kesehatan jantung. Selain itu jengkol juga sangat kaya akan vitamin C, dan kandungan proteinnya lebih tinggi dari tempe. Jengkol pun diperlukan buat mereka yang mengalami anemia Tanaman jengkol sendiri diperkirakan mempunyai kadar penyerapan air yang tinggi dari dalam tanah.

Jengkol Kaya akan Zat Gizi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Secara lengkap kandungan gizi biji jengkol dapat dilihat pada tabel.

Komposisi Gizi per 100 gram Biji Jengkol

Zat Gizi

Kadar

Energi (kkal)

133

Protein (g)

23,3

Karbohidrat (g)

20,7

Vitamin A (SI)

240

Vitamin B (mg)

0,7

Vitamin C (mg)

80

Fosfor (mg)

166,7

Kalsium (mg)

140

Besi (mg)

4,7

Air (g)

49,5


Cara Menghilangkan bau Jengkol

Menurut beberapa sumber yang saya kenal bahwa untuk menghilangkan bau jengkol ada beberapa cara:

  1. Dengan cara memakan Vitamin seperti Vitamin B1,B2, dan vitamin lainya sesaat setelah selesai memakan jengkol, katanya bau jengkol akan terhalang oleh bau obat tersebut.
  2. Dengan memakan segenggam beras (bukan nasi) setelah selesai makan jengkol, kemudian segera sikat gigi anda. (namun katanya hanya berhasil untuk menghilangkan bau mulut, bukan untuk menghilangkan bau pada saat anda membuang air kecil).

Tidak ada komentar: